Jumat, 28 Desember 2012

PEMBUATAN SUMUR BOR


Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%.
Sumur Bor yang dalam (deep well drilling) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan penggunaan Filter Air untuk memproses air baku yang tidak memenuhi syarat air bersih menjadi air bersih. Penggunaan Filter air memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup merepotkan serta membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi.  Dengan menggunakan sumur bor dalam (deep well drilling) masalah tersebut bisa diatasi karena kecenderungan kondisi tanah yang memiliki kandungan air yang jelek/ tidak memenuhi syarat air bersih tersebut biasanya berkisar di kedalaman 12 m s/d 40 meter. Khusus untuk dilokasi yang memiliki kadar Garam yang tinggi, semisal di daerah pesisir pantai, kedalaman pengeboran bisa mencapai diatas 100 meter untuk memperoleh air bersih. hanya saja kualitas dari air di kedalam ini memiliki kontur warna tersendiri dan juga suhu diatas suhu air biasa . Akan tetapi kualitas air ini layak untuk digunakan sebagai air bersih untuk mandi, cuci dan kegiatan komersial lainnya.

Alat dan Bahan
1.      Alat
a.     Jet Set
b.     Mata Bor
c.      Pipa PVC
d.     Gergaji
e.     Cangkul
f.       Sekop
g.     Ember
h.      Kunci Rantai
i.       Kunci Trimo
j.       Selang penghantar
k.      Selang penghisap
l.       Mesin Penghisap
m.    Swifelhead
n.      APD (Sepatu Boot, Pelindung Kepala, Sarung Tangan)
o.     Linggis
2.      Bahan
a.     Air
b.     Pasir
c.      Krikil
d.     Lem Pipa



Prosedur kerja 
1. Menyiapkan alat pemboran dengan sistem jetting.
2. Menyiapkan bahan-bahan pemboran tanah, termasuk menyiapkan galian tanah (bak air)   sebagai tempat sirkulasi air dengan ukuran sekitar 50 x 50 x 50 cm.
3. Merangkai alat pemboran dengan susunan, mata bor, pipa pemboran, swivel head, selang penghantar air, mesin, pipa penghisap air, saringan. 
4. Pelaksanaan pemboran tanah :
a)  Tempatkan slang penghisap air pada bak sirkulasi air.
b)  Tempat mata bor yang sudah terangkai pada titik pemboran, gali sedikit tanah pada titik yang akan dibor dengan menggunakan linggis.
c)  Hidupkan “on” mesin sehingga terjadi proses penghisapan dan penyemburan air melalui ujung mata bor.
d)  Putar pipa pemboran pelan-pelan menggunakan kunci trimo. Dengan adanya putaran-putaran, tekanan-tekanan, dan semburan-semburan maka pipa bor akan turun perlahan-lahan.
e)  Sambung pipa pemboran setiap mencapai kedalaman 1,5 meter sehingga mencapai air tanah yang diinginkan (ditandai dengan telah mengeluarkan tanah berwarna hitam). Pada waktu penyambungan pipa mesin pompa dimatikan.
f)    Swivel head dibuka, kemudia pipa pemboran diangkat satu persatu keatas permukaan tanah, kemudian memasangkan casing menggunakan pipa PVC.
6.   Melakukan pembersihan (back wash) dengan menyemprot air ke dalam sumur yang sudah diberi casing dengan tujuan mengeluarkan lumpur dan bebatuan hasil pengeboran.
7.   Pada sisi luar dari casing diberikan pasir dan krikil kecil.
8. Setelah diperkirakan lumpur sudah dikeluarkan semua, pipa penyemprot lumpur dikeluarkan dan sumur ditutup ditunggu  selama 1 minggu.
9. Akhir pelaksanaan pemboran, alat- alat dilepas dari rangkaian dan dibersihkan jugaditata seperti semula.


pelepasan pipa bor


pembuatan kasing
pembuatan kasing

proses pengeboran

proses penjernihan

rangkaian sistem pengeboran

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
nama Diah Nur Isnaeni

Followers